Himbauan Pemerintah untuk Tidak Unggah Sertifikat Vaksin ke Media Sosial

- 5 Maret 2021, 18:24 WIB
Ilustrasi vaksin Covid 19
Ilustrasi vaksin Covid 19 /pixcel/

Baca Juga: Mulai Pertengahan Maret, Bekasi Berlakukan Tilang Elektronik

Sertifikasi atau pemberian tanda bukti ini bukan pertama kalinya di Indonesia, hal ini biasa disebut dengan "kartu kuning". Sertifikat vaksin "kartu kuning" berlaku secara internasional, berisi jeis vaksin, merk vaksin, tanggal vaksin dan stempel dari lembaga kesehatan yang memberikan vaksin.

Dalam sertifikat COVID-19, tertera nama lengkap, tanggal lahir dan NIK. Hal ini yang dikhawatirkan apabila adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memakai data ini sebagai perilaku kriminal. Sekilas data tersebut hanyalah berdiri sendiri, namun sesungguhnya ketika dirangkai, data tersebut bisa digunakan untuk mengidentifikasi individu.

Baca Juga: Masih Dilanda Banjir, Anies Baswedan Susun Strategi Untuk Selamatkan Jakarta!

Selain berkaitan dengan data pribadi, informasi yang berkaitan dengan kesehatan juga berkaitan dengan privasi atau kerahasiaan. Tiket vaksinasi COVID-19 juga sebaiknya tidak dibagikan ke media sosial yang mengandung QR Code, yang merupakan tautan untuk beberapa informasi pengguna di aplikasi PeduliLindungi.

Sebaiknya demi keamanan dan kerahasiaan data, sertifikan dipergunakan jika memang dibutuhkan seperti laporan kesehatan karyawan di sebuah perusahaan atau ketika menggunakan layanan kesehatan atau transportasi umum.

Baca Juga: Luhut : Pembangunan Infrastuktur DIY Harus Hampu Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Selama setahun terakhir ini, vaksin COVID-19 sudah dinantikan oleh masyarakat agar memberikan harapan baru untuk mengatasi pandemi. Vaksi tidak menjamin 100 persen seseorang dapat bebas dari virus Corona, namun jika terinfeksi nantinya, gejala yang timbul diharapkan tidak parah.

Program vaksinasi dari pemerintah ini merupakan skala nasional yang berlangsung sampai tahun depan. Vaksinasi ini akan dibagi dalam dua gelombang, yakni gelombang I pada Januari hingga April 2021 yang memprioritaskan tenaga kerja kesehatan, warga lanjut usia dan petugas yang bekerja di sektor pelayanan publik.

Baca Juga: Peringatan Obesitas Sedunia Jatuh Hari Ini, Yuk Kenali Cara Mencegah dan Penanganannya

Halaman:

Editor: Yesa Novianti Putri Ashari

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkini