Viral! Bupati Solok Epyardi Asda Ngamuk Karena Puskesmas Tidak Mau Melayani Korban Kecelakaan

- 17 Juni 2021, 07:27 WIB
Bupati Solok Epyardi Asda Ngamuk Karena Puskesmas Tidak Mau Melayani Korban Kecelakaan
Bupati Solok Epyardi Asda Ngamuk Karena Puskesmas Tidak Mau Melayani Korban Kecelakaan /instagram @cetull.22/

MEDIA JABODETABEK - Aksi Bupati Solok Epyardi Asda yang mengamuk di salah satu Puskesmas viral di sosial media.

Apyardi marah karean pihak Puskesmas yang berada di Kecamatan Kubug Solok tidak memberikan pelayanan kepada korban kecelakaan.

Alasan pihak Puskesmas tidak melayani karena jam operasional layanan Unit Gawat Darurat (UGD) sudah tutup.

Baca Juga: Waspada Tsunami, 16 kali Gempa Susulan Hingga 3,7 Magnitudo Serang Wilayah Selatan Pulau Seram

Dari sebuah video yang diunggah akun instagram @cetull.22, Bupati Solok terlihat sangat marah.

Saat sidak tersebut, Bupati Solok memanggil semua staf dan juga pimpinan Puskesmas.

Kemarahan Epyardi karena mengetahui UGD tidak buka 24 jam hanya dari pukul 08:00 sampai 18:00 WIB saja.

Baca Juga: Berita Duka, Terkena Serangan Covid-19 Neta S Pane Meninggal Dunia

"Apa-apaan kalian ini. Di mana-mana di dunia, UGD itu buka 24 jam. Jangan kah hari biasa. Hari Sabtu-Minggu pun harus ada yang stand by. Saya sudah bilang, minimal empat orang harus stand by," kata Epyardi, seperti dikutip Mediajabodetabek.com dari isntagram @cetull.22.

Dalam cideo singkat tersebut Bupati Solok juag terlihat merobek kertas yang diketahui surat kesepakatan bersama.

Baca Juga: Cek Jadwal Penerima BLT BPJS Rp1,2 Juta tahun 2021, Rencananya Pemerintah Akan Mencairkan Lagi

Dengan nada tinggi, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melemparkan robekan surat tersebut ke lantai.

Epyardi marah kepada pihak Puskesmas adanya laporan masyarakat terkait penolakan Puskesmas terhadap korban kecelakaan pada Jumat 11 Juni 2021.

Baca Juga: Viral Poster Pengumuman SBMPTN Ala-ala Foto Film, Netizen : Ngajak ke Kampus apa Ke Akhirat ?

Korban kecelakaan itu dilaporkan tidak mendapat pelayanan, karena pihak puskesmas beralasan jam layanan unit gawat darurat atau UGD sudah tutup.

"Saya kesal betul. Orang yang kecelakaan itu terbaring di Puskesmas, lalu mencoba ketuk pintu UGD. Ada bidan, tapi menolak melayani. Alasannya di luar jam dinas dia," ucapnya.***

 

Editor: Ricky Setiawan

Sumber: Instagram @cetull.22


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

x